dari : MTAonline
Sebagaimana diberitakan di harian surya pada tanggal 30 September
2011 bahwa sebuah radio yang bernama Idzatul AL Khoir di Jl. Sukarno
Hatta yang didemo oleh ratusan orang dari berbagai organisasi keagamaan
adalah radio MTA dan bertempat di kantor MTA Ponorogo. Padahal
sebagaimana klarifikasi yang disampaikan oleh Al-ustadz Drs. Ahmad
Sukina, bahwa MTA tidak memiliki stasiun radio yang berada di kantor
MTA Ponorogo, tetapi memang ada kantor binaan pengajian MTA yang tidak
jauh dari lokasi radio tersebut.
Dalam harian surya edisi tanggal 1 oktober disebutkan oleh
al0-ustadz Drs. Ahmad Sukina bahwa radio Idzatul AL Khoir bukan radio
MTA, sebagaimana kutipan berikut,
Senin, 07 November 2011
KORBAN PERASAAN
KORBAN MINANGKA TANDA TRESNA
Tembung kurban mono konotasine mesthi ala, ana korban pemerkosaan,
korban pencurian, korban penipuan. Ning kanggone Islam, malah kosok
baline , kurban mono pitukone rasa tresna utawa mahabah marang
Pengeran. Wosing atur, aja teori thok lan kakehan wuwus , kandha yen
CINTA ALLAH DAN RASULNYA ning endi bukti nyatane ?
nalika ngudaneni
kurban mesthi ana dilema kang abot, atase ing jaman kang sarwa angel
golek panguripan ana rejeki kok nggo blanja sing ora tanja (
penganggepe awam ). Ning sejatine hakekate Allah mung nanting, Apa kowe
bener luwih tresna marang Ingsun, samangsa Allah wus pirsa kita sami
pancen luwih tresna marang Allah tinimbang sekabahane perkara, nyata
Allah bakal ngluberake rejeki, nikmat lan kanugrahan kang tanpa winates
....
Selasa, 02 Agustus 2011
MENGUATKAN INTEGRITAS WAROK DENGAN PUASA
Para Warok, Dibulan suci ini kita mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan menguatkan jatidiri sebagai pengamal warok sejati. Ketika dahulu Ki Ageng Mirah dengan bimbingan para wali menguatkan citra warok sebagai jatidiri wong Ponorogo dengan berusaha menebarkan cahaya Islam dalam gelapnya aqidah , maka sejatinya saat kini sebagai warok masa kini , hendaklah mengembalikan jaridiri warok sebagaimana diajarkan oleh para leluhur kita.
Salah satu ajaran itu adalah laku tirakat, yang merupakan bentuk lain dari ajaran puasa dalam Islam. Maka ketika kita temui pesan Rasulullah SAW ; “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan dasar iman dan ihtisab, niscaya diampunkan dosa-dosanya terdahulu.” inilah hakekat penyucian diri seorang warok. Allah sangat mencintai kesucian baik suci secara lahir ataupun suci secara batiniah dalam arti luruhnya dosa-dosa kita sehingga kita kembali menjalani fitrah sebagai manusia sempurna. Warok Sejati .
Telah kita bicarakan dalam renungan kita yang lalu bahwa seorang warok itu memiliki kekuatan tidak dalam hal fisik saja akan tetapi kekuatan dalam hal keteguhan pengendalian diri. Kalau tidak maka tidak bisa disebut warok, karena warok adalah orang yang berhasil menghindari maksiat dan hal-hal yang tak berguna. Maka sejalan dengan hikmah puasa sesungguhnya puasa itu juga mampu menguatkan rasa pengendalian diri bagi seorang warok, untuk tidak mengumbar hawa nafsunya
ada beberapa tips dalam puasa :
Langganan:
Postingan (Atom)
