dari : MTAonline
Sebagaimana diberitakan di harian surya pada tanggal 30 September
2011 bahwa sebuah radio yang bernama Idzatul AL Khoir di Jl. Sukarno
Hatta yang didemo oleh ratusan orang dari berbagai organisasi keagamaan
adalah radio MTA dan bertempat di kantor MTA Ponorogo. Padahal
sebagaimana klarifikasi yang disampaikan oleh Al-ustadz Drs. Ahmad
Sukina, bahwa MTA tidak memiliki stasiun radio yang berada di kantor
MTA Ponorogo, tetapi memang ada kantor binaan pengajian MTA yang tidak
jauh dari lokasi radio tersebut.
Dalam harian surya edisi tanggal 1 oktober disebutkan oleh
al0-ustadz Drs. Ahmad Sukina bahwa radio Idzatul AL Khoir bukan radio
MTA, sebagaimana kutipan berikut,
Tampilkan postingan dengan label simpang siur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label simpang siur. Tampilkan semua postingan
Senin, 07 November 2011
Jumat, 15 April 2011
Teror Bom Mapolsekta Cirebon, hilang kendali .
Jum'at, 15 April 2011
Sebuah tindakan yang tidak mencerminkan sikap sebagai manusia normal telah terjadi, ketika pada hari Jum'at tanggal 15 April 2011 sebuah bom bunuh diri diledakkan disebuah masjid di komplek mapolresta Cirebon, ketika sedang berlansung shalat Jum'at. Terlepas dari anggapan atas siapapun pelakunya dengan motive dan ideologi apapun itu jelas menyinggung nilai-nilai kemanusiaan.
Kita patut mengecam dan mengutuk dengan keras tindakan brutal itu, karena simbul- simbul agama dan simbul kenegaraan telah menjadi target penistaan
Dalam hukum dan kaidah apapun tentu tidak membenarkan, tindakan seperti itu, namun banyak pengamat terorisme yang menganggap hal ini adalah modus baru, yang menunjukkan keputusasaan kaum teroris yang semakin sempit ruang geraknya. Mereka menyerang Polisi, yang dianggap musuh dan ini sebuah ketidak konsistenan ideologi. Ketika diwaktu-waktu yang lalu mereka menyerang simbul-simbul Yahudi dan para pendukungnya itu masih bisa dibenarkan bagi yang memiliki anggapan bahwa Yahudi adalah simbul musuh Islam. Namun ketika, mereka hilang kendali dan menyerang kaum saudara sendiri di kampung halaman sendiri, dan sedang shalat pula, ini jelas-jelas kebiadaban yang sempurna.
Waspadalah saudara-saudara atas tindakan yang tidak terkontrol itu, karena sewaktu-waktu mereka tega mencekik leher ibunya sendiri !
Sebuah tindakan yang tidak mencerminkan sikap sebagai manusia normal telah terjadi, ketika pada hari Jum'at tanggal 15 April 2011 sebuah bom bunuh diri diledakkan disebuah masjid di komplek mapolresta Cirebon, ketika sedang berlansung shalat Jum'at. Terlepas dari anggapan atas siapapun pelakunya dengan motive dan ideologi apapun itu jelas menyinggung nilai-nilai kemanusiaan.
Kita patut mengecam dan mengutuk dengan keras tindakan brutal itu, karena simbul- simbul agama dan simbul kenegaraan telah menjadi target penistaan
Dalam hukum dan kaidah apapun tentu tidak membenarkan, tindakan seperti itu, namun banyak pengamat terorisme yang menganggap hal ini adalah modus baru, yang menunjukkan keputusasaan kaum teroris yang semakin sempit ruang geraknya. Mereka menyerang Polisi, yang dianggap musuh dan ini sebuah ketidak konsistenan ideologi. Ketika diwaktu-waktu yang lalu mereka menyerang simbul-simbul Yahudi dan para pendukungnya itu masih bisa dibenarkan bagi yang memiliki anggapan bahwa Yahudi adalah simbul musuh Islam. Namun ketika, mereka hilang kendali dan menyerang kaum saudara sendiri di kampung halaman sendiri, dan sedang shalat pula, ini jelas-jelas kebiadaban yang sempurna.
Waspadalah saudara-saudara atas tindakan yang tidak terkontrol itu, karena sewaktu-waktu mereka tega mencekik leher ibunya sendiri !
Senin, 10 Januari 2011
MTA BUKAN ALIRAN SESAT.
MTA adalah aliran sesat, sekte murtad, itu isu pertama kali ketika saya mendapati informasi tentang majelis tafsir Al-Quran di sebuah blog. Tidak itu saja, ketika saya tanya informasi tentang Bp. Ahmad Jemikun, kebetulan orang yang saya tanya adalah orang ponorogo asli, pernah berdomisili di Sawoo , bahkan teman sekolah pak Ustadz. Namun, ketika nama dusun krambil, ds Pangkal kec. Sawoo Ponorogo saya sebut, wajah teman saya itu berkerut heran, entah mendirikan aliran apa si Ahmad Jemikun itu , katanya heran . Beruntungnya saya orang yang tidak gampang berprasangka buruk, saya menghubungi ustadz ahmad Jemikun dengan telepun seluler, berkat bantuan teman kantor di nganjuk yang kebetulan juga penggiat MTA perwakilan Nganjuk. Beliau dengan ramah, mempersilakan untuk menjadi mustami' bahkan mengutus seorang anggota dari Pacitan untuk menjemput saya. Kesan sangar dan tertutup sama sekali tidak tampak.
Namun demikian memang melihat lokasi yang terpecil, sederhana dan sepi, bisa menimbulkan praduga yang bermacam-macam, dikala isu teroris masih menghantui masyarakat. Bahkan istri saya juga berpikiran demikian, jangan-jangan MTA itu sempalan dari paham radikal yang banyak juga tokohnya dari Solo, Pusat MTA yang selama ini diduga banyak menyimpan tokoh-tokoh aliran keras. Perjalanan dari Kec. Sawo ke arah Trenggalek melalui jalan pegunungan yang sering longsor lebih kurang 10 Km sampai ke SDN Pangkal I, dari sana harus melalui jalan menanjak dan berbatu sekitar 3 Km. Jalan desa di tengah hutan pinus itu benar-benar sepi dan agak sulit menurut saya. Namun melihat keramahan dan kesederhanaan oarang-orang desa itu saya yakin , tidak ada yang salah dengan MTA.
Pencitraan diri bagi agama Islam memang membutuhkan waktu yang lama, namun demikian bahwa citra keliru terhadap Islam justru jangan dibuat menjadi gelap oleh orang Islam sendiri. Sikap saling menghujat dan menuduh bahkan memfitnah saudara sendiri jelas-jelas sikap yang tidak terpuji. Saya sejak kecil hidup di lingkungan yang mengikuti Jama'ah N U. Bahkan saya begitu bangga melihat ayah saya jadi pimpinan Anshor di kala mudanya. Ketika beranjak dewasa, saya banyak berteman dengan teman-teman yang aktif di Muhamadiyah, sayapun memahami kebiasaan dan pandangan - pandanganya serta bisa mendudukkan perbedaan sikap terhadap warga NU dengan lebih proporsional. Belakangan saya juga berteman dengan warga jama'ah Tabligh dan yang terkini saya ingin tahu lebih banyak tentang MTA.
Dengan pemikiran yang jernih, saya melihat sebenarnya berbedaan - perbedaan dengan organisasi umat itu adalah warna yang tidak harus disikapi dengan antipati, karena persoalanya hanya metodologi. Warga NU dan Muhamadiyah memang punya kebiasaan yang berbeda, begitu juga warga MTA yang sedang membangun kebiasaanya sendiri. Dan sepanjang kesemuanya berpulang kepada kebesaran Asma Allah, maka perbedaan adalah rahmat. Dan ini justru tidak harus menjadikanya sebagai sumber perpecahan, Allah banyak memberikan petujunk dalam KitabNya yang agung tentang bagaimana menghurmati perbedaan. Ayo Bersatu saudaraku !
Namun demikian memang melihat lokasi yang terpecil, sederhana dan sepi, bisa menimbulkan praduga yang bermacam-macam, dikala isu teroris masih menghantui masyarakat. Bahkan istri saya juga berpikiran demikian, jangan-jangan MTA itu sempalan dari paham radikal yang banyak juga tokohnya dari Solo, Pusat MTA yang selama ini diduga banyak menyimpan tokoh-tokoh aliran keras. Perjalanan dari Kec. Sawo ke arah Trenggalek melalui jalan pegunungan yang sering longsor lebih kurang 10 Km sampai ke SDN Pangkal I, dari sana harus melalui jalan menanjak dan berbatu sekitar 3 Km. Jalan desa di tengah hutan pinus itu benar-benar sepi dan agak sulit menurut saya. Namun melihat keramahan dan kesederhanaan oarang-orang desa itu saya yakin , tidak ada yang salah dengan MTA.
Pencitraan diri bagi agama Islam memang membutuhkan waktu yang lama, namun demikian bahwa citra keliru terhadap Islam justru jangan dibuat menjadi gelap oleh orang Islam sendiri. Sikap saling menghujat dan menuduh bahkan memfitnah saudara sendiri jelas-jelas sikap yang tidak terpuji. Saya sejak kecil hidup di lingkungan yang mengikuti Jama'ah N U. Bahkan saya begitu bangga melihat ayah saya jadi pimpinan Anshor di kala mudanya. Ketika beranjak dewasa, saya banyak berteman dengan teman-teman yang aktif di Muhamadiyah, sayapun memahami kebiasaan dan pandangan - pandanganya serta bisa mendudukkan perbedaan sikap terhadap warga NU dengan lebih proporsional. Belakangan saya juga berteman dengan warga jama'ah Tabligh dan yang terkini saya ingin tahu lebih banyak tentang MTA.
Dengan pemikiran yang jernih, saya melihat sebenarnya berbedaan - perbedaan dengan organisasi umat itu adalah warna yang tidak harus disikapi dengan antipati, karena persoalanya hanya metodologi. Warga NU dan Muhamadiyah memang punya kebiasaan yang berbeda, begitu juga warga MTA yang sedang membangun kebiasaanya sendiri. Dan sepanjang kesemuanya berpulang kepada kebesaran Asma Allah, maka perbedaan adalah rahmat. Dan ini justru tidak harus menjadikanya sebagai sumber perpecahan, Allah banyak memberikan petujunk dalam KitabNya yang agung tentang bagaimana menghurmati perbedaan. Ayo Bersatu saudaraku !
Selasa, 30 November 2010
grebeg suro 2010
ADU KETANGKASAN WAROK
Suatu sore, sehabis sholat magrib, ada jama'ah saya yang mempertanyakan, bagaimana mungkin kok dalam acara grebeg suro 2010, ada adu warok. Saya tidak tersentak dengan berita tersebut, namun ada hal yang membuat saya prihatin. Selalu saja warok di identikan dengan sosok kasar dan tukang berkelahi. Konon yang menyelenggarakan kontes kekerasan ini justru mantan bupati Ponorogo, yang tidak memahami eksistensi jatidiri warok, karena beliau bukan orang asli Ponorogo.
Dalam refleksi grebeg suro 2010, saya menyayangkan tidak ada sama sekali orang yang berusaha mencari jatidiri warok sebagaimana dicetuskan oleh para leluhur. Saya tidak merasa sendirian, tetapi kebanyakan para ahli budaya Ponorogo sudah terjebak kepada sektor Industrialisasi budaya, yang hanya memandang warok hanyalah aset pariwisata.
Suatu sore, sehabis sholat magrib, ada jama'ah saya yang mempertanyakan, bagaimana mungkin kok dalam acara grebeg suro 2010, ada adu warok. Saya tidak tersentak dengan berita tersebut, namun ada hal yang membuat saya prihatin. Selalu saja warok di identikan dengan sosok kasar dan tukang berkelahi. Konon yang menyelenggarakan kontes kekerasan ini justru mantan bupati Ponorogo, yang tidak memahami eksistensi jatidiri warok, karena beliau bukan orang asli Ponorogo.
Dalam refleksi grebeg suro 2010, saya menyayangkan tidak ada sama sekali orang yang berusaha mencari jatidiri warok sebagaimana dicetuskan oleh para leluhur. Saya tidak merasa sendirian, tetapi kebanyakan para ahli budaya Ponorogo sudah terjebak kepada sektor Industrialisasi budaya, yang hanya memandang warok hanyalah aset pariwisata.
Rabu, 03 November 2010
selamat merantau di negeri sakura
Putra-Putra desa
yang mencari kehidupan dan kekayaan rohani, merantau hingga ke negeri sakura Jepang, semoga sukses, dan pulang membawa perubahan dan arti bagi desa kita.
yang mencari kehidupan dan kekayaan rohani, merantau hingga ke negeri sakura Jepang, semoga sukses, dan pulang membawa perubahan dan arti bagi desa kita.
Rabu, 15 September 2010
FPI DIDUGA TERLIBAT PENGANIAYAAN JEMAAT HKBP
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Ketua DPW FPI Bekasi, Murhali Barda ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap jemaat HKBP. Walau tidak terlibat langsung dalam aksi penganiayaan, dia diduga mengetahui rencana aksi yang dilakukan oleh sembilan orang pemuda itu.
Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar. "Siang ini, setelah pemeriksaan, beliau ditetapkan sebagai tersangka. Kini, sudah ditahan dengan dugaan tindakan penghasutan, " kata Boy kepasa wartawan, Rabu (15/9).
Hingga kini, Murhali masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sebelumnya, koordinator Kuasa Hukum FPI, Munarman mengatakan, pemeriksaan terhadap Muharli merupakan bentuk itikad FPI dalam mengungkap pelaku penganiaya jemaat HKBP.
Dia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi pemeriksaan terhadap Muharli. "Ini merupakan bentuk tanggungjawab atas pemberitaan yang selama ini sudah beredar. Namun ini bukan berarti beliau terlibat dan melakukan kesalahan," kata Munarman.
Kasus penganiayaan menimpa jemaat HKBP pada Ahad (12/9). Jemaat yang tengah berjalan menuju lokasi kebaktian di tanah lapang Desa Ciketing dianiaya oleh sejumlah orang tidak dikenal. Hingga kini, Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus ini
1.03.01
Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar. "Siang ini, setelah pemeriksaan, beliau ditetapkan sebagai tersangka. Kini, sudah ditahan dengan dugaan tindakan penghasutan, " kata Boy kepasa wartawan, Rabu (15/9).
Hingga kini, Murhali masih menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Sebelumnya, koordinator Kuasa Hukum FPI, Munarman mengatakan, pemeriksaan terhadap Muharli merupakan bentuk itikad FPI dalam mengungkap pelaku penganiaya jemaat HKBP.
Dia menyerahkan sepenuhnya kepada polisi pemeriksaan terhadap Muharli. "Ini merupakan bentuk tanggungjawab atas pemberitaan yang selama ini sudah beredar. Namun ini bukan berarti beliau terlibat dan melakukan kesalahan," kata Munarman.
Kasus penganiayaan menimpa jemaat HKBP pada Ahad (12/9). Jemaat yang tengah berjalan menuju lokasi kebaktian di tanah lapang Desa Ciketing dianiaya oleh sejumlah orang tidak dikenal. Hingga kini, Polda Metro Jaya masih terus mengusut kasus ini
1.03.01
Artikel Terkait
- Imigrasi Palu Selesai Periksa 17 Imigran Gelap Antara - 2 jam 23 menit lalu
- Petugas Imigrasi Palu Buru Imigran Gelap Kabur Antara - 2 jam 26 menit lalu
- Tiga Menteri Akan Hadiri KKP di Klungkung Antara - 2 jam 46 menit lalu
- Granat: Sindikat Penyeludup Narkotika Cukup Lihai Antara - Kamis, 16 September
- Presiden Akan Terima Calon Pimpinan KPK Antara - Kamis, 16 September
Berita Utama
| ADVERTISEMENT |
Dari Republika
Poto pendeta sinting Terry Jones dan bendera AS dibakar di Inggris
Hendaknya kaum muslimin tidak terprovokasi, oleh tindakan sinting pendeta Terry Jones, yang membakar Al-Qur'an dan menghina nabi, sebagaimana dilansir bloger indonesia bahwa Umat Islam di dunia Mulai terpancing anarkis. Seperti di depan kedutaan Amerika di Inggris, dimana bendera amerika dan poto pendeta Terry Jones dibakar masa .
Seperti dilansir dari situs Tennessean.com, (12/9/2010) menulis bahwa Pendeta Bob Old bersumpah melaksanakan aksinya Pembakaran Alquran di Amerika bersama Pendeta Danny Allen. Aksi kedua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang rumah Old dengan secara sengaja didokumentasikan.
"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," dengan memegang Al-Quran sebelum kemudian membakarnya.
Pendeta Bob Old juga mengatakan Nabi Muhammad adalah nabi palsu.
"Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu," kelakar dia.
Sementara itu, tokoh umat Islam di Tangerang Selatan KH Rahmatullah menghimbau umat Islam tidak terprovokasi atas prilaku biadab tersebut.
"Kami mengutuk sekaligus menghimbau umat Islam untuk tidak terpancing hal tersebut," katanya, Rabu (15/9/2010). Dia juga meminta pemerintah Amerika memberi hukuman setimpal kepada kedua pembakar kitab suci Al-Quran tersebu
BUS UGAL-UGALAN
Dampak Kecelakaan
Bus Sumber Kencono Dilarang Beroperasi.Sebagaimana dilansir kompas, bahwa bus sumber Kencono dilarang beroperasi menyusul berbagai kecelakaan yang menewaskan puluhan orang. Dalam posting saya kemarin, bahwa penindasan bus terhadap pengguna jalan lain sudah keterlaluan. Para sopir Bus mungkin sudah buta mata hatinya, bahwa nyawa seorang manusia sangat berharga, karena tidak hanya menyangkut diri sendiri tetapi ada manusia lain dibaliknya.
Lebih dari yang disebutkan dalam berita-berita selama ini, korban yang melibatkan bus sudah cukup banyak. Masalahnya adalah tidak pernah ada tindakan yang signifikan dari aparat terhadap awak bus ataupun management bus yang bersangkutan. Semoga ini bukan lambang ketidak berdayaan hukum, mengahdapi pengusaha kaya, tetapi lebih sekedar kelalaian saja. Tidak seperti polisi yang begitu sigap menilang pengendara sepeda motor yang melanggar marka jalan, tetapi bus yang lebih kuat, lebih perkasa di biarkan seenaknya menguasa jalan raya.
ada bebeapa kasus, meskipun saya tidak membenarkan tindakan tersebut, tetapi saya mengerti, bahwa usaha pembelaan diri dengan melempar bus dengan batu, misalnya di Ngawi , cukup menunjukkan alasan untuk dimaklumi. Tetapi sepanjang pihak berwajib juga berlaku adil, sementara pengguna jalan saling menghargai nyawa pengendara lain, maka persoalan ini dapat dikurangi.
Langganan:
Postingan (Atom)



